<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Asrama Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra</title>
	<atom:link href="http://asramamafaza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asramamafaza.wordpress.com</link>
	<description>Mencetak Generasi Ulil Albab</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Aug 2009 11:32:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asramamafaza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Asrama Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra</title>
		<link>http://asramamafaza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asramamafaza.wordpress.com/osd.xml" title="Asrama Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asramamafaza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keutamaan Shallat Tahajjud</title>
		<link>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/13/keutamaan-shallat-tahajjud/</link>
		<comments>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/13/keutamaan-shallat-tahajjud/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 10:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ansbpi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asramamafaza.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an : “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asramamafaza.wordpress.com&amp;blog=8977635&amp;post=30&amp;subd=asramamafaza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.</p>
<p>Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :<br />
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”<br />
(QS : Al-Isro’ : 79)<span id="more-30"></span></p>
<p>Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .</p>
<p>Sahabat Abdullah bin<br />
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :<br />
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)</p>
<p>Bersabda Nabi Muhammad SAW :<br />
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )</p>
<p>Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :<br />
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :<br />
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )<br />
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )<br />
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 &#8211; Subuh )</p>
<p>Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”<br />
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :<br />
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)</p>
<p>Bersabda Rosulullah SAW :<br />
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )</p>
<p>Nabi SAW bersabda lagi :<br />
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )</p>
<p>Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :<br />
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )</p>
<p>Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :<br />
1) 2 raka’at shalat Iftitah.<br />
2) 8 raka’at shalat Tahajud.<br />
3) 3 raka’at shalat witir.</p>
<p>Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :<br />
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya<br />
disiram air.” (HR Abu Daud)</p>
<p>Bersabda Nabi SAW :<br />
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga<br />
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)</p>
<p>Keutamaan Shalat Tahajud :<br />
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan<br />
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”<br />
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :<br />
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.<br />
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.<br />
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh<br />
semua manusia.<br />
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.<br />
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.</p>
<p>Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :<br />
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.<br />
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.<br />
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.<br />
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.<br />
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asramamafaza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asramamafaza.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asramamafaza.wordpress.com&amp;blog=8977635&amp;post=30&amp;subd=asramamafaza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/13/keutamaan-shallat-tahajjud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/946f1e4326ffeb060d721083d1474d97?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ansbpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Ciri-Ciri Manusia Unggul dari Prespektif Islam</title>
		<link>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/12/apakah-ciri-ciri-manusia-unggul-dari-prespektif-islam/</link>
		<comments>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/12/apakah-ciri-ciri-manusia-unggul-dari-prespektif-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 14:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ansbpi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asramamafaza.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Manusia unggul adalah mereka yang memenuhi ciri-ciri individu Islam yang sebenarnya menurut kehendak Al-Quran dan as-Sunnah dalam seluruh aspek kehidupan. Bagi mewujudkan manusia unggul, seseorang itu hendaklah memiliki ciri-ciri keunggulan iaitu keimanan yang utuh, amal ibadat yang meliputi ibadat khususiah dan fardhu kifayah dan akhlak mulia yang merupakan cermin keimanan dan amal salih. 1. Keimanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asramamafaza.wordpress.com&amp;blog=8977635&amp;post=16&amp;subd=asramamafaza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><strong>Manusia unggul</strong> adalah mereka yang memenuhi ciri-ciri individu Islam yang sebenarnya menurut kehendak Al-Quran dan as-Sunnah dalam seluruh aspek kehidupan. Bagi mewujudkan manusia unggul, seseorang itu hendaklah memiliki ciri-ciri keunggulan iaitu keimanan yang utuh, amal ibadat yang meliputi ibadat khususiah dan fardhu kifayah dan akhlak mulia yang merupakan cermin keimanan dan amal salih.<span id="more-16"></span></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>1. Keimanan Yang Utuh</strong></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Keimanan kepada Allah swt adalah paksi pembinaan negara dan ummah. Dengan keimanan itu akan lahirlah individu yang unggul dan masyarakat yang berbudi luhur, berdisiplin dan beramanah demi kebaikan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman dalam surah al-Asr:<br />
<strong><em>&#8216; Demi masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal salih yang berpesan dengan kebenaran dan berpesan dengan kesabaran&#8217;.</em></strong><br />
( Surah al-Asr : 1-3 )<br />
lam ayat ini Allah swt menjelaskan bahawa manusia yang beruntung ialah mereka yang beriman dan beramal salih.<br />
Beriman kepada Allah adalah proses peralihan jiwa manuisa daripada menganggap dirinya bebas daripada sebarang kuasa dan ikatan serta tanggungjawab kepada ketundukan mengaku tanpa syarat bahawa tiada �Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu Rasulullah. Iman merangkumi tiga unsur utama, pengetahuan yang mendalam, kepercayaan yang jitu dan keyakinan yang teguh. Ketiga-tiga unsur ini akan membentuk iman yang kukuh yang menjadi tonggak kekuatan ruhaniyah yang cukup kental untuk membina jiwa dan jasmani manusia. Keteguhan iman juga merupakan penghalang daripada melakukan kejahatan dan maksiat.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>2. Pelaksanaan Amal Ibadat</strong></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Keimanan tanpa ketaatan melalui amal ibadat adalah sia-sia. Seseorang yang berperibadi unggul akan tergambar jelas keimanannya melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehariannya. Bahkan jika dikaji tujuan Allah menjadikan manusia itu sendiri ialah supaya beribadat kepada-Nya. Firman Allah swt :<br />
<strong><em>&#8216; Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadat&#8217;.</em></strong><br />
( Surah az-Zariat : 56 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Ibadat adalah bukti ketundukan seseorang hamba setelah mengaku beriman kepada Tuhannya. Ibadat yang dimaksudkan di sini termasuklah ibadat khususiah yang menyentuh fardhu ain dan juga fardhu kifayah yang merangkumi hubungan manusia sesama manusia.<br />
Justeru itu, bagi individu yang berperibadi unggul, seluruh hidupnya baik hubungannya dengan Pencipta ataupun masyarakat adalah dianggap ibadat. Allah swt berfirman:<br />
<strong><em>&#8216; Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman iaitu orang yang khusyu� dalam sembahyangnya, orang yang menjauhkan dirinya (dari perbuatan) yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan orang yang menjaga kehormatannya kecuali terhadap isteri-isterinya atau hamba yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela&#8217;.</em></strong><br />
( Surah al-Mukminun : 1-6 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>3. Akhlak Mulia</strong></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Akhlak mulia bagi peribadi unggul adalah hasil keimanan yang kental. Ini disebabkan tali ikatan yang menjalinkan hubungan antara individu dengan masyarakat terbentuk melalui nilai-nilai dan disiplin yang diamalkan oleh anggota masyarakat tersebut.<br />
Sekiranya nilai yang diamalkan itu positif maka akan lahirlah sebuah masyarakat yang aman, damai, harmoni dan diselubungi roh Islam. Rasulullah saw adalah contoh utama pembentukan akhlak. Dalam sebuah hadith, baginda saw bersabda,<br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:100%;"><em>&#8216;Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia&#8217;.</em><br />
( Riwayat Ahmad )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Beberapa nilai yang baik dalam akhlak Islam yang menjadi tonggak amalan bagi melahirkan individu unggul ialah: </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>a) Amanah</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Amanah adalah sifat mulia yang mesti diamalkan oleh setiap orang. Ia adalah asas ketahanan umat, kestabilan negara, kekuasaan, kehormatan dan roh kepada keadilan. Firman Allah swt:<br />
<strong><em>&#8216; Maka tunaikanlah oleh orang yang diamanahkan itu akan amanahnya dan bertaqwalah kepada Allah, Tuhannya&#8217;.</em></strong><br />
( Surah al-Baqarah : 283 ) </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>b) Ikhlas</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Ikhlas adalah inti setiap ibadah dan perbuatan. Firman Allah swt:<br />
<strong><em>&#8216; Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya &#8216;.</em></strong><br />
( Surah al-Bayyinah : 5 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Ikhlas akan menghasilkan kemenangan dan kejayaan. Masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas akan mencapai kebaikan dunia dan akhirat, bersih daripada sifat kerendahan dan mencapai perpaduan, persaudaraan, perdamaian dan kesejahteraan. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud,<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><em>&#8216; Bahagialah dengan limpahan kebaikan bagi orang-orang yang bila dihadiri (berada dalam kumpulan) tidak dikenali, tetapi apabila tidak hadir tidak pula kehilangan. Mereka itulah pelita hidayat. Tersisih daripada mereka segala fitnah dan angkara orang yang zalim&#8217;.</em><br />
( Riwayat Imam al-Baihaqi ) </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>c) Tekun</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Islam menggalakkkan umatnya supaya tekun apabila melakukan sesuatu pekerjaan sehingga selesai dan berjaya. Sabda Rasulullah saw,<br />
<em>&#8216; Sesungguhnya Allah swt menyukai apabila seseorang kamu bekerja dia melakukan dengan tekun&#8217;.</em><br />
( Riwayat Abu daud )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Sifat tekun akan meningkatkan produktiviti ummah, melahirkan suasana kerja yang aman dan memberi kesan yang baik kepada masyarakat. </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>d) Berdisiplin</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Berdisiplin dalam menjalankan sesuatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. Hasrat negara untuk maju dan cemerlang akan dapat dicapai denga lebih cepat lagi.<br />
Dengan berdisiplin seseorang itu akan dapat menguatkan pegangannya terhadap ajaran agama dan menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>e) Bersyukur</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Bersyukur dalam konteks peribadi unggul berlaku dalam dua keadaan: pertama; sebagai tanda kerendahan hati terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Pencipta sama ada sedikit atau banyak, kedua; bersyukur sesama makhluk sebagai ketetapan daripada Allah swt supaya kebajikan sentiasa dibalas dengan kebajikan. Allah swt berfirman:<br />
<strong><em>&#8216; Demi sesungguhnya jika kamu bersyukur maka Aku akan tambahkan nikmat-Ku kepada kamu dan sekiranya kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku amatlah keras&#8217;.</em></strong><br />
( Surah Ibrahim : 7 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">f) sabar<br />
Di dalam menghadapi cabaran hidup, kesabaran amat penting untuk membentuk peribadi unggul seperti yang dikehendaki Allah swt. Firman Allah swt :<br />
<strong><em>&#8216; Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh di medan perjuangan) dan bersedialah (dengan kekiuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya&#8217;.</em></strong><br />
(Surah Ali Imran : 200) </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>g) Adil</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Adil bermaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya. Para ulama membahagikan adil kepada beberapa peringkat iaitu adil terhadap diri sendiri, orang bawahan, pemimpin atasan dan juga sesama saudara. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud,</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><em> </em></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:100%;"><em>&#8216;Tiga perkara yang menyelamatkan iaitu takut kepada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai, berlaku adil pada ketika suka dan marah dan berjimat cermat ketika susah dan senang; dan tiga perkara yang membinasakan iaitu mengikut hawa nafsu, terlampau bakhil dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri&#8217;.</em></span><span style="font-size:100%;"><br />
(Riwayat Abu Syeikh)</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>Kesan Manusia Beruntung Dalam Kehidupan</strong></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seorang manusia yang memiliki sifat-sifat unggul adalah sangat beruntung kerana ia mampu mengemudi hidupnya dengan sempurna. Kondisi ini membuatkan ia dapat berperanan dengan baik kepada dirinya dan alam sekeliling. </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>Kesan Kepada Diri Sendiri</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Manusia unggul akan berjaya melaksanakan amanah dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya dan sentiasa dapat memenuhi tuntutan-tuntutan rohani dan jasmaninya dengan terkawal. Aspek-aspek rohani dan jasmani manuisa yang terdiri daripada empat perkara asas iaitu akal fikiran, roh, jasad dan syahwat akan dapat dididik dan dipandu berdasarkan fitrah sebenar berdasarkan fungsi kejadian manusia itu sendiri sebagai makhluk istimewa dan khalifah Allah yang diamanahkan untuk memakmurkan bumi ini.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Akal fikiran yang diciptakan Allah swt merupakan mahkota berharga yang menampilkan imej manusia. Ia berkeupayaan menerima ilmu, berfikir, membezakan yang baik dan buruk, boleh diajar dan dididik serta boleh menyampaikannya kepada orang lain. Melalui akal, seseorang itu mendapat hidayah dan petunjuk Allah swt menerusi pemerhatian dan penghayatan terhadap kejadian-kejadian alam dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh orang lain.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Al-Quran menggesa manusia supaya menggunakan akal fikiran, memerhati dan mengkaji kejadian-kejadian alam ini. Pemerhatian dan pengkajian ini mempunyai faedah yang sangat besar iaitu memenuhi dan mempertingkatkan kemajuan hidup yang kemudiannnya akan menemui hakikat kebesaran Allah swt sebagai Pencipta yang Maha Agung. Dengan itu ia selaku makhluk yang mempunyai daya akal dan keupayaan akan tunduk patuh kepada kekuasaan Allah swt dengan penuh kesedaran dan akan melaksanakan kehidupan ini dalam situasi yang betul dan menuju keredhaan Allah swt.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Roh dan nyawa adalah komponen utama manusia. Adalah terlalu sulit untuk diperkatakan kerana ia sebenarnya urusan Allah swt. Walaupun demikian ia amat mustahak kerana dengannya mausia boleh hidup, bernafas, mendenyutkan nadi, memberikan dorongan dan kekuatan perasaan.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Satu lagi komponen manusia ialah jasad yang merangkumi kulit, daging, otot, urat, darah, tulang, anggota pancaindera dan lain-lain. Masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dan meyempurnakan antara satu sama lain iaitu sesuai dengan kejadian manusia yang dijadikan Allah swt sebagai sebaik-baik kejadian. Seseorang yang terdidik dengan nilai-nilai unggul, jasadnya akan bergerak di atas panduan yang betul. Dia akan menggunakan kudratnya melakukan kerja-kerja yang baik, rehat dan tidur dengan seimbangnya, memakan makanan yang bersih dan halal, menjaga kesihatan diri, mengguna dan memelihara pancaindera dari sebarang kemudharatan, dosa dan sebagainya. Ini sesuai dengan firman Allah swt:<br />
<strong><em>&#8216; dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri ke dalam bahaya kebinasaan&#8217;.</em></strong><br />
( Surah al-Baqarah : 195 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Jelasnya jasad perlu dijaga supaya tidak terdedah kepada kebinasaan, penyakit dan sebarang kecacatan kerana kesempurnaan jasad turut membantu keunggulan hidup seseorang.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Unsur seterusnya yang dikurniakan kepada manusia ialah nafsu syahwat. Imam al-Ghazali pernah mengumpamakan nafsu sebagai binatang liar, bermakna ia sesuatu yang sukar dikawal. Sekiranya nafsu dapat dididk dan dikawal, ia akan menjadi jinak dan tunduk menurut segala kemahuan diri manusia. Tetapi sekiranya ia tidak dididik dan dikawal, dengan mudah ia menjadi raja kepada diri seseorang untuk melakukan apa sahaja kemahuan yang lebih cenderung kepada keburukan. Firman Allah swt ;<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong><em>&#8216; Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu)&#8217;.</em></strong><br />
( Surah Yusuf : 53 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Bagi menenuhi keinginan syahwat ini, Islam membenarkan perkahwinan. Dengan demikian umat manuisa akan membiak dan berkembang dengan cara yang betul di samping sebagai salah satu pengecapan kurniaan nikmat Allah swt dalam hidup berkeluarga.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Jelasnya, kejayaan atau kegagalan seseorang itu melaksanakan tanggungjawab, khususnya kepada diri sendiri adalah bergantung kepada berjaya atau gagalnya ia memenuhi tuntutan keempat-empat perkara tersebut. Aspek-aspek ini adalah asas pembangunan keluarga, masyarakat dan negara. </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>Kesan Kepada Keluarga</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seseorang insan yang unggul akan mudah mengatur urusan hidup keluarganya. Ia dapat merencanakan soal-soal penddikan, saraan, pergaulan dan pembangunan keluarganya dengan tarbiah Islamiah. Ia dapat menjalankan tugasnya sebagai ra�i atau ketua keluarga dan dalam masa yang sama sebagai abid atau hamba Allah yang sentiasa menjaga hubungannnya dengan Allah swt.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Dalam sesebuah keluarga, aspek-aspek kesihatan fizikal adalah sangat perlu. Ini kerana kesejahteraan pemikiran dan kerohanian seseorang bergantung rapat kepada kesejahteraan fizikal. Seseorang mukmin yang kuat adalah lebih baik daripada yang lemah. Minda yang sihat akan lahir dari tubuh badan yang sihat. Oleh itu, tarbiah jasmaniah seperti yang dituntut oleh syarak perlulah dilaksanakan dalam keadaan yang teratur. Umpamanya dalam pemilihan makanan mestilah yang bersih, baik dan dari sumber yang halal. Amalan buruk yang boleh memudaratkan badan seperti merokok, meminum minuman keras, menyalahgunakan dadah dan sebagainya, hendaklah dijauhi. Sekiranya ketentuan ini tidak dipatuhi, kesihatan jasmani akan terjejas dan boleh memberi kesan buruk kepada mental, fizikal dan spiritual.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Pendidikan rohani pula adalah aspek yang penting. Ia merangkumi keimanan, pengamalan syariat, pelaksanaan tanggungjawab sebagai seorang muslim serta pembangunan mental dan spiritual. Seorang ketua keluarga bertanggungjawab membentuk dan mendidik keluarganya mengamalkan tuntutan-tuntutan yang dikehendaki oleh Islam. Dalam masa yang sama menjauhi perkara-perkara yang haram dan makruh. Ia juga mestilah memastikan ketulenan akidah keluarganya dan membersihkannya dari sebarang bentuk kekufuran dan kesyirikan serta mengikis jiwa dari kekotoran dan penyakit melalui amalan dan latihan yang mantap serta berterusan. Firman Allah swt:<br />
<strong><em>&#8216;Sesungguhnya berjayalah orang yang ( setelah menerima peringatan itu) berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal soleh) dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mengerjakan sembahyang ( dengan khusyuk)&#8217;.</em></strong></p>
<p></span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seperti yang telah dinyatakan akal fikiran sangat berharga bagi manuisa. Islam juga menuntut umatnya supaya menggunakan akal fikiran dengan betul. Islam menyuruh manusia supaya menuntut ilmu yang bermanfaat dan ilmu itu pula hendaklah disebarkan melalui proses pengajaran dan pengembangan.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seiring dengan kekuatan pemikiran, pendidikan akhlak adalah amat mustahak. Seseorang ketua yang unggul adalah model yang berkesan dalam pendidikan akhlak keluarganya. Ia perlu membimbing ahli keluarganya dengan akhlak Islamiah berdasarkan ilmu dan pengalaman yang ada padanya. Kegagalan sesetengah keluarga untuk mengamalkan akhlak Islamiah kebanyakannya berpunca daripada kegagalan ketua keluarga atau ibu bapa masing-masing yang tidak mengamalkan nilai-nilai murni seperti yang ditetapkan oleh Islam. Sebab itulah ibu bapa perlu membentuk keunggulan diri mereka terlebih dahulu sebelum amalan itu dapat diperturunkan kepada anak-anak mereka.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seorang ketua keluarga juga dapat mengatur soal kehidupan ekonomi dan sosial keluarganya berpandukan nilai-nilai yang baik. Ia akan mempunyai rasa tanggungjawab untuk mempertingkatkan taraf hidup keluarganya dengan mengamalkan sikap bersungguh-sungguh dalam kerjaya. Ia berkeyakinan bahawa kesungguhan bekerja adalah suruhan agama yang perlu ditunaikan. Dengan demikian ia akan membawa keluarganya keluar dari ruang lingkup kemiskinan yang menjadi salah satu musuh Islam yang boleh membawa kepada kekufuran seperti sabda Rasulullah saw :<br />
<em>&#8216; Hampir-hampr kefakiran itu membawa kepada kekufuran&#8217;.</em><br />
( Riwayat Abu Naim )</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong>Kesan Kepada Masyarakat, Negara Dan Ummah</strong></span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seseorang insan yang unggul akan memastikan hubungan kemasyarakatan dan keluarganya berada dalam satu ikatan yang jitu. Prinsip-prinsip hubungan kejiranan dan masyarakat di sekitarnya akan diasaskan kepada panduan-panduan yang digariskan oleh Islam. Firman Allah swt:<br />
<strong><em>&#8216; Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai berai ..&#8217;.</em></strong><br />
( Surah Ali Imran : 103 )<br />
<strong><em>&#8216; Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, jiran tetangga yang dekat, jiran tetangga yang jauh, rakan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki&#8217;.</em></strong><br />
( Surah an-Nisa : 36 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Sabda Rasulullah saw yang bermaksud:<br />
<em>&#8216; Hubungan orang mukmin dengan orang mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang menguatkan antara satu sama lain&#8217;.</em><br />
( Riwayat at-Tabarani )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Setiap kelompok masyarakat perlu memberi perhatian berat kepada bidang penddikan. Insan yang beruntung dalam sesebuah masyarakat akan memudahkan usaha dan perancangan untuk meningkatkan kualiti masyarakat melalui aktiviti pendididkan, pengajian dan muamalat.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Penghayatan agama juga sangat mustahak. Merekalah yang akan mengembangkan penghayatan ajaran Islam melalui aktiviti-aktiviti yang berfaedah melalui cara-cara yang formal atau tidak formal. Susasana ini bukan sahaja dapat melahirkan masyarakat yang harmoni dan berdisiplin, tetapi juga akan menampakkan masyarakat yang mempunyai imej yang tinggi serta mendapat keberkatan daripada Allah swt.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Seperti yang diketahui, ketrampilan seseorang individu atau masyarakat dengan ilmu agama semata-mata tanpa ilmu duniawi adalah sesuatu yang tidak sempurna. Dalam ertikata lain, seseorang muslim perlu mendapatkan pengetahuan yang luas dan kemahiran yang tinggi dalam ilmu selain ilmu agama yang menjadi keperluan asasi. Ia meliputi ilmu ekonomi, politik dan sosial yang perlu diketahui sebagai alat untuk meletakkan diri masing-masing dalam arus perdana kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dengan sebab itu bidang ekonomi, politik dan sosial mesti diketahui dan dicenburi secara bersungguh-sungguh sekurang-kurangnya pada tahap yang paling asas. Bidang-bidang ini merupakan urusan hidup yang menjadi sebahagian penting yang dikehendaki oleh ajaran Islam seperti yang dijelaskan dalam firman Allah swt:<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><strong><em>&#8216;Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan oleh Allah kepadamu (pahala dan kebahagiaan) hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu ( keperluan dan bekalanmu ) dari dunia&#8217;.</em></strong><br />
( Surah al-Qasas : 77 )</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;">Selain bidang sosial dan ekonomi, bidang poltik juga menjadi perkara yang penting dalam sesebuah masyarakat. Kestabilan politik sesebuah negara adalah berpunca daripada keunggulan dan kekuatan yang ada pada diri setiap individu, yang kemudiannya membentuk satu ikatan warganegara yang kukuh.</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-size:100%;">Apabila sesebuah masyarakat itu kukuh, akan lahir pula tokoh-tokoh berwibawa yang boleh diharap menjadi pemimpin bagi setiap kelompok masyarakat. Pemimpin ini pula perlu mempunyai ilmu, kemahiran dan sifat-sifat unggul sebagai pemimpin.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asramamafaza.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asramamafaza.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asramamafaza.wordpress.com&amp;blog=8977635&amp;post=16&amp;subd=asramamafaza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asramamafaza.wordpress.com/2009/08/12/apakah-ciri-ciri-manusia-unggul-dari-prespektif-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/946f1e4326ffeb060d721083d1474d97?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ansbpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
